Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

Published 03.46.00 by Admin

Obat Mimisan - Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa

Bagaimana Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa ?


 Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa
Cara Mengatasi Mimisan - Hampir semua orang pernah mengalami mimisan khususnya pada anak dan orang dewasa. Mimisan memang sering membuat siapa saja panik dan kaget saat mengalaminya.

Fakta Terkait Mimisan - Walaupun kebanyakan kejadian mimisan bisa berhenti sendiri dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun kita tetap harus waspada jika mimisan berlangsung lama dengan jumlah darah yang banyak atau disertai dengan gejala lainnya. Mimisan ternyata juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius dan perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut

Pertolongan Pertama Untuk Menghentikan Mimisan


Mengobati Mimisan - Ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk mengatasi terjadinya mimisan, yaitu :
  • Segera dudukkan penderita pada posisi tegak agar darah yang keluar berkurang dan tidak mengalir masuk ke paru-paru. Kalau keadaan penderita terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di belakang punggungnya.
  • Tekan bagian tengah hidung sekitar 5-10 menit guna menutup pembuluh darah yang pecah supaya darah bisa segera dihentikan. Gunakan beberapa bongkah kecil es batu dan tempelkan di sekitar hidung agar pembuluh darah mengecil dan perdarahan segera berhenti.
  • Jika darah terus menerus keluar, gunakan kapas atau kain kassa steril yang telah digulung untuk menyumpal hidung. Namun jika tidak berhasil menghentikan hingga mimisan berlangsung lama (lebih dari 20 menit) maka segera bawa ketempat pelayanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
  • Setelah darah berhenti mengalir, selama kurang lebih 3 jam, penderita diminta untuk tidak mendengus terlalu keras atau membuang ingus terlebih dahulu.

 Daun Sirih Untuk Mengatasi Mimisan


Cara Mengobati Mimisan - Sejak jaman dahulu, masyarakat kita telah memiliki “obat” mujarab untuk mengatasi mimisan, yakni dengan menggulung selembar daun sirih dan memasukkannya ke hidung. Biasanya, dalam sekejap aliran darah dari hidung akan terhenti. Lalu, bolehkah mengentikan mimisan dengan menggunakan daun sirih?

Mengobati Mimisan dengan daun sirih - Ternyata, cara tradisional ini bisa dibenarkan secara medis. Sebab, zat-zat alami yang terkandung dalam daun sirih memang terbukti bisa menghentikan mimisan. Namun, tentu saja cara ini hanya terbatas untuk mengatasi mimisan karena perdarahan anterior (depan) saja.

Kiat Mencegah Dan Mengatasi Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa


Cara Mencegah, Mengobati, Mengatasi Mimisan - Ada beberapa kiat yang bisa kita praktekkan supaya tidak terjadi mimisan pada diri kita atau keluarga kita, yaitu :
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan kalsium untuk memperkuat dinding pembuluh darah. Vitamin C banyak diperoleh dari buah-buahan berwarna seperti jeruk, tomat, strawberry, dan lain-lain. Sedangkan kalsium banyak terkandung dalam susu, keju, kedelai, dan lain-lain.
  • Tidak membuang ingus terlalu keras karena bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung.
  • Mengurangi kebiasaan mengorek hidung supaya tidak melukai atau menyebabkan trauma hidung.
  • Menghindari asap rokok dan polusi udara.
  • Tidak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, apalagi yang dilakukan di bawah terik panas matahari.

Jangan Remehkan Mimisan Pada Anak Dan Orang Dewasa


Waspadai Bahaya Mimisan - Meski nampaknya ringan dan tidak berbahaya,.kita tetap harus mewaspadai terjadinya mimisan. Hal ini mengingat komplikasi (akibat lanjutan) dari mimisan bisa cukup serius. Perdarahan yang hebat bisa menyebabkan shock (turunnya tekanan darah secara mendadak) dan anemia (kurang darah). Menurunnya tekanan darah secara mendadak bisa menyebabkan infark miokard (penyakit jantung) yang bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, kita tidak hanya perlu mengatasi mimisan itu sendiri, tapi juga sebaiknya sebisa mungkin kita usahakan untuk mencegah mimisan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Semoga bermanfaat



Kata Kunci Terkait :

Cara Mengatasi Mimisan
Cara Menghentikan Mimisan
Cara Mengobati Mimisan
Read More
      edit

Kamis, 20 Oktober 2016

Published 07.21.00 by Admin

Demam Berdarah : Pengobatan, Pencegahan Demam Berdarah

Demam Berdarah

Demam Berdarah : Pemeriksaan, Pengobatan, Pencegahan
Foto :demamberdarah

Bagaimana Memeriksa Penderita Demam Berdarah

Pada demam berdarah dengue (DBD) ada beberapa pemeriksaan penunjang yang kerap dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan darah rutin, seperti Hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), jumlah leukosit, dan jumlah trombosit hampir selalu diminta untuk diperiksa pada kasus DBD. Pada DBD biasanya akan ditemukan hasil hematokrit yang meningkat dan trombosit dan leukosit yang menurun. Jumlah trombosit dibawah 100.000/uL merupakan salah satu indikasi rawat inap (khususnya pada anak).

Hematokrit yang meningkat tinggi (lebih dari 20%) mengindikasikan adanya perembesan plasma yang dapat berujung pada terjadinya syok. Pada kasus yang sudah dipastikan demam berdarah, pemeriksaan darah akan rutin dilakukan bisa sampai enam jam sekali) untuk memantau perjalanan penyakit.

Selain pemeriksaan diatas beberapa pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan dalam menegakkan diagnosis DBD, yaitu tes serologi igG dan igM Dengue serta tes antigen NS1. Kedua tes ini dapat membantu dokter menegakkan diagnosis, tetapi harganya cukup mahal. Kedua tes ini bekerja dengan perantaraan kompleks antigen-antibodi.

Kompleks antigen-antibodi terbentuk pada saat tubuh mengenali  adanya benda asing yang masuk (virus dengue) yang masuk ke dalam tubuh. Tes serologi (igG dan igM) menilai terbentuknya antibodi terhadap virus dengue, sedangkan tes NS1 mendeteksi adanya virus dengue didalam tubuh.

Bagaimana Pengobatan Demam Berdarah

Demam berdarah dapat bermanisfestasi secara klinis mulai dari yang ringan seperti demam dengue sampai yang paling berat seperti sindrom syok dengue. Sindrom syok dengue yang tidak diatasi secara tepat dan cepat sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Demam dengue dapat dirawat  di rumah sedangkan demam berdarah dengue (apalagi syok dengue) perlu rawat inap di rumah sakit atau bahkan ICU (intensive Care unit).

Pada demam berdarah terapi dengan obat-obatan tidaklah menjadi prioritas. Obat-obat yang diberikan hanyalah terapi simtomatik (sesuai gejala). Obat antipiretik (penurun panas) seperti parasetamol dan ibuprofen diberikan untuk mengurangi gejala demam atau sakit kepala. Prioritas dalam penanganan demam berdarah adalah terapi cairan yang tepat, baik jumlah maupun jenis. 

Dengan pemasukan dan pengaturan cairan yang tepat dapat dihindarkan kemungkinan terjadinya syok. Jika anak dirawat di rumah sakit, pemberian cairan dapat dilakukan melalui selang infus yang dapat diatur kecepatannya agar jumlah cairan meencukupi dan tidak terjadi syok. 

Sampai saat ini belum ada terapi spesifik untuk demam berdarah dan pada umumnya tidak diperlukan pemberian antibiotika, mengingat demam berdarah disebabkan oleh virus, bukan bakteri (kecuali memang ada indikasi disertai oleh infeksi lain berupa infeksi bakteri). Pemberian jus jambu merah, angkak (beras merah), minuman isotonik atau air kelapa diyakini membantu memulihkan dan menambah jumlah trombosit lebih cepat, meskipun mesih belum terbukti lewat penelitian dalam skala besar.

Bagaimana Mencegah Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan epidemi yang mudah menyebar ke suatu daerah. Umumnya jika suatu daerah ada yang terkena demam berdarah, maka akan merebak wadah demam berdarah karena ditularkan oleh nyamuk.

Ada beberapa cara pencegahan, yaitu:
  • Gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur)
  • Pengasapan
  • Penggunaan kelambu di tempat tidur anak
  • Abatisasi dengan bubuk abate
  • Menggunakan losion anti-nyamuk untuk tidur di malam hari (hati-hati penggunaan pada anak)
Sampai saat ini, vaksin untuk demam berdarah masih dalam tahap penelitian dan diharapkan selesai secepatnya.

Read More
      edit
Published 06.08.00 by Admin

Gejala Demam Berdarah Pada Anak - Waspadai Fase Ini

Ciri - Ciri Demam Berdarah

Demam Berdarah : Tanda,Gejala,Pengobatan,Pencegahan
Foto : Thinkstock

Apa Itu Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit pada anak yang paling menakutkan bagi banyak orang tua. Angka kejadian demam berdarah di Indonesia bertambah setiap tahunnya, dan menurut data terakhir angka kejadiannya adalah sekitar 50 per 100.000 penduduk. Jika perhitungan ini dihubungkan dengan fakta bahwa saat ini pendudk Indonesia berjumlah sekiar 240 juta jiwa, maka itu berarti setiap tahunnya ada sekitar 120.000 penduduk yang terkena demam berdarah dengue. 

Anak-anak, remaja, dan manula menempati posisi terbesar sebagai penderita. Di Indonesia sendiri demam berdarah kerap menimbulkan wabah, terutama pada bulan Desember sampai Maret.

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini telah dikenali empat varian virus demam berdarah, yaitu : DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. DEN-3 merupakan yang terbanyak dan sering menyebbakan kasus demam berdarah yang berat, Jika virus ini menginfeksi manusia (melalui gigitan nyamuk), maka virus ini akan berkembang biak sampai muncul gejala klinis.

Jika anak berada dalam keadaan sehat dan optimal, maka ada kemungkinan ia tidak akan sakit, maka ada kemungkinan ia tidak akan sakit. Namun jika muncul gejala klinis, maka dapat dikatakan demam berdarah, mulai dari ringan sampai berat, yaitu : demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) dan sindrom syok dengue.

Tanda Dan Gejala Demam Berdarah

Tanda dan gejala dari demam beradarah bervariasi, mulai dari ringan (asimtomatis/tidak bergejala) sampai berat (sindrom syok dengue). Pada umumnya tanda dan gejala yang timbul adalah demam yang tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di otot, kehilangan nafsu makan, dan pada beberapa keadaan dapat ditemukan ruam kemerahan. Pada orang Indonesia ruam ini kerap tidak muncul (kalaupun ada biasanya justru muncul pada saat pemulihan atau disebut ruam konvalesens).

Jika disertai tanda-tanda pendarahan seperti mimisan atau pendarahan gusi maka hal itu berarti sudah masuk dalam tahap yang lebih berat, yaitu demam berdarah dengue (DBD). Jika demam berdarah dengue tidak ditangani dengan baik maka dapat berlajut ke fase syok (sindrom syok dengue) yang ditandai dengan nadi lemah, tekanan darah turun, tangan dan kaki dingin, hingga kesadaran terganggu (pada fase akhir).

Syok terjadi karena adanya perembesan plasma, yaitu pergeseran cairan dalam pembuluh darah yang masuk ke dalam jaringan sehingga pembuluh darah kolaps dan kekurangan cairan. Darah menjadi lebih kental dan inilah yang menyebbakan tingkat kekentalan darah (hematokrit) meningkat. Sindrom syok dengu inilah yang kerap menjadi penyebab kematian pada penderita DBD.

Demam berdarah dangue, pelana kuda
Foto : bacasitus
Umumnya demam pada demam berdarah dengue cukup khas, yaitu ditandai dengan demam bifasik yang berbentuk seperti pelana kuda. Kurang lebih pada 3-5 hari pertama demam cukup tinggi, setelah itu biasanya demam akan turun mendekati normal, lalu setelah 2-3 hari demam akan meningkat lagi.

Fase ketika demam turun (setelah hari ketiga) inilah yang disebut fase kritis karena terjadi perembesan darah dari dalam pembuluh darah ke jaringan yang dapat menyebabkan syok. Meskipun demikian, perlu ditegaskan bahwa tanda demam seperti ini tidak selalu ditemukan pada anak penderita demam berdarah.


Read More
      edit
Published 06.08.00 by Admin

Demam Berdarah - Gejala Demam Berdarah Sebabkan Mimisan, Apa Artinya ?

Demam Berdarah

Demam Berdarah : Tanda,Gejala,Pengobatan,Pencegahan
Foto : Thinkstock

Apa Itu Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit pada anak yang paling menakutkan bagi banyak orang tua. Angka kejadian demam berdarah di Indonesia bertambah setiap tahunnya, dan menurut data terakhir angka kejadiannya adalah sekitar 50 per 100.000 penduduk. Jika perhitungan ini dihubungkan dengan fakta bahwa saat ini penduduk Indonesia berjumlah sekiar 240 juta jiwa, maka itu berarti setiap tahunnya ada sekitar 120.000 penduduk yang terkena demam berdarah dengue. 

Anak-anak, remaja, dan manula menempati posisi terbesar sebagai penderita. Di Indonesia sendiri demam berdarah kerap menimbulkan wabah, terutama pada bulan Desember sampai Maret.

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Sampai saat ini telah dikenali empat varian virus demam berdarah, yaitu : DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. DEN-3 merupakan yang terbanyak dan sering menyebbakan kasus demam berdarah yang berat, Jika virus ini menginfeksi manusia (melalui gigitan nyamuk), maka virus ini akan berkembang biak sampai muncul gejala klinis.

Jika anak berada dalam keadaan sehat dan optimal, maka ada kemungkinan ia tidak akan sakit, maka ada kemungkinan ia tidak akan sakit. Namun jika muncul gejala klinis, maka dapat dikatakan demam berdarah, mulai dari ringan sampai berat, yaitu : demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) dan sindrom syok dengue.


Tanda Dan Gejala Demam Berdarah

Tanda dan gejala dari demam beradarah bervariasi, mulai dari ringan (asimtomatis/tidak bergejala) sampai berat (sindrom syok dengue). Pada umumnya tanda dan gejala yang timbul adalah demam yang tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di otot, kehilangan nafsu makan, dan pada beberapa keadaan dapat ditemukan ruam kemerahan. Pada orang Indonesia ruam ini kerap tidak muncul (kalaupun ada biasanya justru muncul pada saat pemulihan atau disebut ruam konvalesens).

Jika disertai tanda-tanda pendarahan seperti mimisan atau pendarahan gusi maka hal itu berarti sudah masuk dalam tahap yang lebih berat, yaitu demam berdarah dengue (DBD). Jika demam berdarah dengue tidak ditangani dengan baik maka dapat berlajut ke fase syok (sindrom syok dengue) yang ditandai dengan nadi lemah, tekanan darah turun, tangan dan kaki dingin, hingga kesadaran terganggu (pada fase akhir).

Syok terjadi karena adanya perembesan plasma, yaitu pergeseran cairan dalam pembuluh darah yang masuk ke dalam jaringan sehingga pembuluh darah kolaps dan kekurangan cairan. Darah menjadi lebih kental dan inilah yang menyebbakan tingkat kekentalan darah (hematokrit) meningkat. Sindrom syok dengu inilah yang kerap menjadi penyebab kematian pada penderita DBD.

Demam berdarah dangue, pelana kuda
Foto : bacasitus
Umumnya demam pada demam berdarah dengue cukup khas, yaitu ditandai dengan demam bifasik yang berbentuk seperti pelana kuda. Kurang lebih pada 3-5 hari pertama demam cukup tinggi, setelah itu biasanya demam akan turun mendekati normal, lalu setelah 2-3 hari demam akan meningkat lagi.

Fase ketika demam turun (setelah hari ketiga) inilah yang disebut fase kritis karena terjadi perembesan darah dari dalam pembuluh darah ke jaringan yang dapat menyebabkan syok. Meskipun demikian, perlu ditegaskan bahwa tanda demam seperti ini tidak selalu ditemukan pada anak penderita demam berdarah.


Read More
      edit

Rabu, 19 Oktober 2016

Published 04.38.00 by Admin

Tanda, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Selesma

Penyakit Selesma

Tanda, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Selesma
Foto : sehatnesia

Tanda Dan Gejala Klinis Penyakit Selesma

Demam, batuk, dan pilek merupakan keluhan utama yang dialami anak ketika mengidap selesma. Adapun tanda dan gejala untama yang umumnya muncul adalah pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat, ingusan, serta tenggorokan yang terasa kering dan sakit. Selain itu, tanda dan gejala tambahan lain yang menyertainya adalah sakit kepala, batuk, mata berair, linu-linu pada sendi, dan badan terasa lelah.

Sekalipun tidak menjadi tanda utama, demam kerap muncul , khususnya pada bayi dan anak-anak. Umumnya, demam pada selesma (kalaupun ada) tidak terlalu tinggi.

Pengobatan Penyakit Selesma

Selesma termasuk dalam self-limiting disease (penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya) sehingga sebenarnya tidak diperlukan terapi atau pengobatan yang spesifik. Pengobatan untuk penyakit ini hanyalah istirahat yang banyak, minum yang cukup, serta makan makanan yang bergizi. Antibodi dari tubuh anak yang baik akan dapat membunuh virus tanpa perlu obat yang spesifik.

Obat Yang Digunakan Untuk Mengatasi Selesma

Sampai saat ini obat-obatan yang diberikan hanyalah sebagai terapi simtomatik (sebatas gejala yang timbul). Adapun obat-obat yang kerap digunakan untuk mengatasi selesma , antara lain :

1. Analgetik dan Antipiretik

Obat ini digunakan untuk meredakan demam dan sakit kepala. Beberapa obat yang kerap digunakan pada anak, misalnya antara lain parasetamol dan ibuprofen.

2. Dekongestan

Dekongestan berperan sebagai pembuka saluran hidung tidak tersumbat. Beberapa obat yang kerap digunakan pada anak, misalnya pseudoefedrin dan fenilefrin.

3. Antihistamin

Antihistamin adalah obat untuk mengurangi respons alergi dari dalam tubuh. Pilek dan bersin-bersin  merupakan indikasi pemberian antihistamin. Beberapa obat yang kerap digunakan adalah CTM, triploridin, dan cetirizine.

4. Antitusif

Obat antitusif digunakan untuk menekan obat. Beberapa obat yang kerap digunakan adalah dekstrometorfan dan kodein (hati-hati untuk menggunakan obat ini pada anak).

Untuk pengunaan obat-obat diatas sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sekalipun beberapa di jual bebas, penggunaannya harus tepat, baik dari segi usia anak, dosis, maupun  cara pemberian.

Pada dasarnya, pemberian obat antitusif seperti kodein tidak direkomendasikan oleh dokter (khususnya dokter anak), kecuali atas indikasi tertentu. Kodein sebenarnya harus dibeli dengan resep dokter (bukan obat bebas). Pemberian imunomodulator (untuk meningkatkan daya tahan tubuh) yang sedang marak diiklankan sebaiknya juga dikonsultasikan dengan dokter. Antibiotika tidak diperlukan mengingat penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

Pencegahan Penyakit Selesma

Daya tahan tubuh merupakan faktor penting untuk mencegah penyakit selesma. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan khususnya pada anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti berolahraga atau beraktivitas fisik secara teratur, istrirahat yang cukup, makan makanan atau buah yang mengandung cukup vitamin (terutama vitamin C).

Selain itu cobalah untuk sering-sering mencuci tangan sehabis berinteraksi dengan orang lain, dan jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut sewaktu bersin atau batuk. Sampai saat ini belum ada vaksin untuk penyakit ini, mengingat jumlah virus penyebab yang mencapai 200 jenis.


Read More
      edit
Published 03.53.00 by Admin

Selesma - Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Obat Selesma

Selesma - Selesma Adalah

Selesma - Selesma adalah
Foto : obatin

Pengenalan Penyakit Selesma

Selesma adalah penyebab demam yang kerap terjadi pada anak. Hampir setiap anak di indonesia bahkan mungkin seluruh anak di dunia pasti pernah mengalami selesma minimal dua kali sepanjang tahun, terutama ketika pancaroba (peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, atau sebaliknya), yaitu sekitar bulan april dan oktober.

Pada dasarnya, selesma atau flu (atau ada yang menyebutnya dengan istilah ISPA/ Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan penyakit ringan, tetapi kerap membuat anak absen dari sekolah hingga akhirnya ia ketinggalan pelajaran.

Penyebab Penyakit Selesma

Selesma Disebabkan oleh virus (terdapat hampir sekitar 200 jenis virus yang menyebabkan selesma) dan virus yang paling sering menyerang anak adalah rhinovirus, coronavirus, dan virus RSV (Respiratory Syncytial Virus). Virus ini dapat menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain karena terbawa udara lewat bersin atau batuk dalam bentuk droplet. 

Droplet adalah bintik-bintik air kecil yang keluar ketika seseorang batuk atau bersin. Selain itu, virus juga dapat berpindah lewat kontak langsung, seperti bersalaman dengan seseorang yang sedang menderita selesma (misalkan si penderita habis menutupi tangannya sewaktu bersin). Jika anak sedang fit, penyebaran virus akan terbilang lebih sulit, tetapi jika fisiknya sedang lemah maka ia akan jadi sangat mudah untuk ditulari.

Perbedaan Penyakit Selesma Dengan Influenza

Selesma perlu dibedakan dengan influenza. banyak diantara kita yang menyamakan selesma dengan influenza . Berikut akan disajikan perbedaan antara selesma dengan influenza.

      1. Penyebab 

  • Selesma : 200  jenis virus (misalnya rhinovirus, coronavirus, virus RSV, dll)
  • Influenza : Virus influenza dengan beragam  strain ( misalnya : influenza A H1N1, flu burung H5N1, H3N2, dll)

      2. Cara Penularan Selesma

  • Selesma : Pada umumnya hanya dari manusia ke manusia
  •  Inluenza : Bisa dari manusia ke manusia, hewan ke manusia, hewan ke hewan atau kombinasi ketiganya

      3. Gejala Selesma

  • Selesma : Batuk, pilek, bersin-bersin,  hidung tersumbat, demam (bisa tidak ada atau ringan)
  • Influenza : Gejala lebih berat. Gejala utama adalah demam tinggi (selalu ada), batuk, sakit, tenggorokan. Gejala lainnya sakit kepala, pilek, hidung tersumbat. 

      4. Penanganan/pengobatan Selesma

  • Selesma : Tidak ada terapi spesifik, cukup berikan obat simtomatik saja seperti penurun panas dekongestan, obat batuk, dan pilek. Selain itu istirahat yang banyak , konsumsi vitamin C, serta minum air putih lebih banyak.
  • Influenza : Hampir sama dengan selesma tetapi untuk kasus yang berat memerlukan terapi tambahan berupa obat antivirus.

      5. Tingkat Kesembuhan 

  • Selesma : Dapat sembuh sendiri, sangat jarang menjadi berbahaya bagi anak
  • Influenza : Dapat sembuh sendiri (pada kasus yang ringan). Pada kasus yang berat dapat menimbulkan komplikasi (biasanya komplikasi saluran pernapasan) dan dapat menimbulkan kematian.
Read More
      edit

Selasa, 18 Oktober 2016

Published 15.20.00 by Admin

4 Obat Demam Pada Anak - Cukup Ampuh Atasi Demam Anak.

Obat Demam Anak

Menangani Dan Mengobati Demam Pada Anak
Foto : sigambar

Penanganan Demam Pada Anak

Sekalipun masih ada pro dan kontra seputar demam, sampai saat ini masih disepakati penggunaan obat antipiretik pada pengobatan demam. Pada keadaan demam  anak, antipiretik dapat diberikan ke anak dengan dosis yang tepat. Ada banyak  golongan obat antipiretik yang beredar dan dijual di apotik, seperti parasetamol, ibuprofen, aspirin, atau golongan AINS (Anti Inflamasi Non-Steroid) lainnya.

Dalam hal keamanan dan efektivitas, saat ini mayoritas dokter hanya menggunakan parasetamol dan ibuprofen. Aspirin merupakan kontra-indikasi pada anak (tidak boleh diberikan) karena dapat menyebbakan sindrom Reye yang berat dan dapat menyebakan kematian.

Berikut beberapa obat untuk menangani demam pada anak

1. Parasetamol

Parasetamol merupakan antipiretik golongan asetaminofen dan diakui sebagai obat yang paling aman untuk anak. Parasetamol bekerja dengan cara menurunkan set-point suhu tubuh yang ada di otak (hipotalamus). Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotik, baik dalam bentuk tablet maupun dalam bentuk sirup dengan bermacam rasa.

Parasetamol diberikan dengan dosis 10mg/kg berat badan setiap kali pemberian dan dalam sehari dapat diberikan sampai 5 kali (total dosis tidak melebihi 50mg/kg berat badan dalam sehari). jadi jika anak memiliki berat badan 20 kg, ia perlu diberi 200 mg parasetamol  setiap kali pemberian dan dalam sehari total pemberian tidak lebih dari  1.000 mg. Efek samping parasetamol cenderung ringan, seperti muntah, mual, pusing, dan sebagaianya

2. Obat Demam Golongan  lainnya ( Ibuprofen, Asprin, Steroid, dll), hanya diberikan atas resep dokter.
  • Ibuprofen

Termasuk golongan obat demam yang cukup aman untuk anak, tetapi beberapa penelitian menunjukkan  bahwa sekalipun tidak banyak, obat ini memiliki efek samping dalam bentuk muntah darah.

Kelebihan ibuprofen dibanding parasetamol adalah menurunkan suhu tubuh lebih cepat (dosis untuk anak adalah 5-10 mg/kg berat badan setiap kali pemberian).
  • Aspirin

Aspirin sangat tidak direkomendasikan, kecuali untuk keadaan tertentu saja (seperti penyakit jantung bawaan atau kawasaki).
  •  Streoid

Steroid kadang diberikan unutk keadaan demam tertentu, hanya saja harus dengan anjuran dokter.

Penanganan Lebih Lanjut Pada Anak Demam

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan pada anak yang sedang demam

1. Memberikan Kodisi Nyaman


Anak yang sedang demam sebaiknya dikondisikan senyaman mungkin. Anak perlu ditemani oleh orang tua agar ia merasa nyaman dan aman. Berikan mainan atau boneka kesukaannya atau ceritakan dongeng agar anak merasa nyaman.

Cobalah untuk memberikan minum lebih banyak (mengingat adanya penguapan cairan yang berlebih akibat keringat). kegiatan fisik tidak perlu dibatasi kecuali untuk aktivitas tergolong berat,. Demikian pula halnya dengan pembatasan makanan, tetapi cobalah untuk memberikan anak makanan dengan gizi yang seimbang.

2. Lakukan Kompres


Kompres yang disepakati saat ini adalah kompres dengan air suam-suam kuku atau air hangat, setelah pemberian antipiretik pada kasus demam yang cukup tinggi. Sangat tidak disarankan melakukan kompres dengan air dingin (atau es) atau dengan alkohol karena anak bisa menggigil atau keracunan alkohol. Kompres tubuh anak di bagian dahi, dada dan ketiak.

3. Gunakan Pakaian Yang Tidak Terlalu Tebal


Untuk pakaian, ada baiknya bila anak menggunakan pakaian yang relatif tipis seperti kaos oblong atau singlet agar panas dapat keluar dengan mudah. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa jika sedang mengalami demam, sebaiknya anak tidak dibungkus dengan selimut tebal. 

Namun jika anak menggigil, barulah anda dapat menyelimutinya dengan selimut tebal (tanpa kompres, baik dengan air panas maupun dingin. Jangan lupa pula untuk memberikan obat demam).

Komplikasi Atau Penyulit

Sekalipun demam termasuk ke dalam kategori penyakit  ringan, tak jarang dalam kondisi tertentu demam dapat menyebabkan komplikasi yang cukup mengkhawatirkan orang tua. Orangtua dapat mencoba merawat sendiri anak yang demam, tetapi bila ditemukan beberapa keadaan dibawah ini sangat disarankan sebaiknya segera bawa anak ke dokter :

  • Demam tinggi sekali (lebih dari 41oC)
  • Terjadi kejang
  •  Demam berlanjut lebih dari tiga hari
  • Tubuh sangat lemas
  • Tidak mau makan dan minum
  • Kehilangan kesadaran (Pingsan)
  • Muntah-muntah
Jika Anda mendapati kondisi seperti diatas segeralah bawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Read More
      edit
Published 14.54.00 by Admin

Demam Pada Anak - Jenis, Penyebab, dan Manfaat Demam Pada Anak

Demam Pada Anak

Jenis, Penyebab, dan Manfaat Demam Pada Anak
Foto : jagakesehatan

Jenis Demam Pada Anak

Setelah mengetahui definisi demam, ada baiknya Anda mengetahui berbagai jenis demam pada anak. Hal ini penting mengingat beberapa penyakit memiliki karakteristik demam yang khas, seperti demam step-ladder pada demam tifoid.

Jenis - Jenis Demam Pada Anak

Berikut beberapa jenis-jenis demam pada anak

1. Demam Remiten

Ditandai dengan demam naik-turun (suhu bervariasi dengan rentang lebih dari 1oC), tetapi penurunan suhu tidak pernah mencapai suhu normal, contohnya pada demam tifoid.

2. Demam Intermiten

Demam naik-turun, tetapi penurunan bisa mencapai suhu normal, contohnya pada penyakit malaria yang ditandai dengan demam siklus tiga harian (tersiana) atau demam siklus empat harian (kuartana).

3. Demam Kontinu

Demam terus-menerus. Kebanyakan penyakit infeksi memiliki jenis demam seperti ini, contohnya pneumonia, infeksi bakteri, dan sebagainya.

4. Demam Bifasik

Demam dengan bentuk seperti pelana kuda. jenis ini ditemukan pada penyakit demam berdarah dengue.

5. Demam Pel-ebstein

Demam lama (misalnya satu minggu) yang diselingi dengan periode tidak demam dengan jumlah hari yang sama, kemudian siklus berulang kembali. Contohnya pada penyakit Hodgkin

Penyebab Demam Pada Anak

Pada dasarnya, demam bukanlah penyakit melainkan tanda dari penyakit. Mayoritas penyebab demam pada anak adalah infeksi, baik karena bakteri maupun virus.

Selain karena infeksi, demam juga dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
  • Inflamasi atau peradangan
  • Penyakit autoimun seperti kawasaki atau lupus
  • Efek samping obat tertentu
  • Aktivitas fisik yang berlebihan
  • Berada di lingkungan yang terlalu panas dan lama
Demam merupakan mekanisme tubuh dalam menghadapi adanya ketidaknormalan di dalam tubuh. Sama seperti batuk (yang terjadi karena adanya benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan) demam pun terjadi karena sebab tertentu.

Sejatinya, sistem pertahanan tubuh pada anak masih berada dalam tahap perkembangan. Karenanya tidaklah mengherankan bila pada akhirnya anak-anak mudah terserang demam. Infeksi, peradangan, dan beragam hal lainnya akan memicu tubuh untuk melawannya, yang salah satunya ditandai dengan demam.

Manfaat Demam Pada Anak


Prokontra tentang demam masih berlangsung hingga sekarang. Sebagian mengatakan bahwa demam itu baik dan dibutuhkan tubuh, sedangkan sebagian lainnya berpendapat bahwa demam itu merugikan dan berbahaya. Beberapa manfaat demam yang sudah diketahui, antara lain ;
  • Meningkatkan kerja sistem imun tubuh pada waktu sakit
  • Tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih (leukosit) pada suhu yang lebih tinggi (demam). Sel darah putih membantu sistem imun memerangi infeksi
  •  Mengurangi masa sakit
Berikut ulasan singkat seputar jenis, penyebab, serta manfaat demam. Semoga bermanfaat.
Read More
      edit
Published 05.21.00 by Admin

Suhu Normal Anak - Berapakah Suhu Tubuh Normal Anak ?

Suhu Normal Anak

Suhu tubuh normal pada anak
Foto : balitapedia

Mengetahui Suhu Normal Anak

Suhu tubuh anak yang normal (dalam keadaan sehat) adalah sekitar 36-37oC. Suhu tubuh ini bervariasi dengan kisaran 0,5-1,0oC. Selain karena aktivitas suhu tubuh juga ditentukan oleh irama tubuh yang disebut irama sirkandian.

Irama sirkandian adalah suatu bentuk keteraturan tubuh sehari-hari yang meliputi banyak hal, seperti kesadaran, suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung, atau bahkan waktu saat tidur dan bangun. Tubuh kita memang dirancang untuk bangun di siang hari dan tidur di malam hari.

Foto : Irama Skardian (perputaran Suhu Tubuh)
Foto : Irama Skardian (perputaran Suhu Tubuh)
Dari tabel diatas, kita dapat melihat bahwa suhu tubuh mencapai titik terendah pada jam 5 pagi dan mencapat titik tertinggi sekitar jam 7 malam. Inilah yang disebut irama sirkadian suhu tubuh.

Anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya di atas normal dan ada tanda atau gejala penyerta. Batasan suhu normal pada anak tergantung dari cara dan tempat pengukuran suhu.

Secara umum, Anda dapat menggunakan patokan demam sebagai berikut :
  • Suhu pada pengukuran di ketiak di atas 37,2oC (dikatakan demam)
  • Suhu pada pengukuran di anus di atas 38oC (dikatakan demam)
  • Suhu pada pengukuran di mulut 37,5oC (dikatakan demam)
  • Suhu pada pengukuran di telinga di atas 38oC (dikatakan demam)
Tempat ukur disesuaikan dengan termometer yang digunakan pada umumnya adalah termometer air raksa. Tempat pegukuran yang direkomendasikan untuk anak adalah ketiak. Selain itu, dapat juga digunakan termometer digital atau termometer telinga.

Selalu baca petunjuk penggunaan termometer yang anda gunakan, mengingat setiap temometer memiliki cara penggunaan yang berbeda-beda. Jika ada keraguan, konsultasikan kepada dokter.


 
Read More
      edit
Published 04.33.00 by Admin

Demam Pada Anak - Apa Itu Demam ?

Demam Pada Anak

Foto : CloverJelly

Apa Itu Demam ?

Secara medis, demam (pireksia) adalah keadaan suhu tubuh diatas normal sebagai akibat peningkatan pengatur suhu di hipotalamus yang dipengaruhi oleh IL-1 (interleukin-1). 

Adapun, beberapa definisi lainnya, antara lain : temperatur tubuh yang meningkat secara abnormal atau bagian dari pertahanan tubuh melawan kuman yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh. 

Meskipun banyak pengertian atau penjelasan tentang demam, pada intinya demam adalah kenaikan suhu tubuh melewati batas normal yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi, peradangan, atau gangguan metabolik.

Panas tubuh diatur melalui mekanisme dalam tubuh yang cukup kompleks. Hipotalamus merupakan bagian di otak yang salah satu fungsinya sebagai pusat pengatur suhu tubuh. Dengan kata lain, hipotalamus merupakan pemberi perintah kepada tubuh untuk mempertahankan suhu normal. Jika suhu di luar tubuh dingin maka (atau suhu tubuh menurun) maka hipotalamus akan mengirim perintah saraf agar pembuluh darah mengerut (vasokonstriksi) sehingga panas tubuh ditahan didalam,

Sebaliknya, jika suhu di luar tubuh panas (atau suhu tubuh meningkat) hipotalamus akan mengirim perintah agar pembuluh darah melebar (vasodilatasi) sehingga panas tubuh dikeluarkan.

Ketika terjadi demam, nilai pengatur suhu tubuh yang ada di hipotalamus (suhu inti tubuh) akan meningkat nilai set-point. Pada saat itu suhu di permukaan tubuh (kulit) masih lebih rendah dibandingkan suhu inti. Tubuh akan berusaha meningkatkan panas dan mencapai nilai set-point suhu yang sama dengan suhu tubuh inti. Hal inilah yang menjadi penyebab kulit terasa lebih hangat daripada biasanya ketika disentuh.

Jika suhu dipermukaan tubuh tetap dingin, maka yang terjadi adalah anak akan menggigil sebagai akibat dari tubuh yang menghasilkan panas lebih cepat (meningkatkan suhu agar mencapai atau sama dengan nilai set-point yang telah ditetapkan oleh hipotalamus.


Read More
      edit