Minggu, 18 Desember 2016

Published 04.44.00 by Admin

Bayi Kuning - Penyebab Bayi Kuning Saat Baru Lahir

Normalkah kuning pada bayi baru lahir ? Kapan harus disinar ?

 

Mengapa dokter meminta pemeriksaan bilirubin jika menjumpai bayi kuning ? 

Inilah beberapa pertanyaan yang sering timbul berkenaan bayi kuning.

 

Pelajari fakta-­faktanya! 


[1] Kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh kadar bilirubin (biasanya bilirubin indirek) yang tinggi. 

Akibat hati bayi belum mampu “membuang” bilirubin secara sempurna (saat bayi dala bentuk janin dalam kandungan, organ hati sang ibu yang membuang bilirubin bayi, tetapi setelah melahirkan, maka bayi harus melakukannya sendiri). Kadarnya yang melebihi ambang normal sehingga akan berdampak pada warna kuning pada kulit dan bagian putih (konjugtiva) mata. Kondisi ini disebut juga jaundice atau ikterus. 

[2] Umumnya, kuning terjadi secara berurutan dari kepala sampai ke kaki. 

[3] Sekitar 60% bayi mengalami kuning dan mayoritas dapat dikategorikan wajar/normal. 

Jika terjadi pada usia dua sampai empat belas hari. Kadar tertinggi bilirubin biasanya terjadi pada rentang usia 3-5 hari. Kuning yang tidak wajar/abnormal adalah bila kuning terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran bayi, atau menetap sampai lebih dari dua minggu. Kondisi­-kondisi ini membutuhkanpemeriksaan darah untuk mengetahui kadar bilirubin total dan menentukan perlu atau tidaknya penanganan lebih lanjut. 

[4] Kadar bilirubin yang melebihi nilai normal membutuhkan terapi sinar (phototherapy). 

Pada kondisi ini sesuaikan dengan grafik yang dirilis oleh American Academy of Pediatrics. Bila tidak teratasi dengan terapi ini, atau saat pemeriksaan awal kadarnya sangat tinggi, mungkin tidak ditangani dengan terapi sinar atau transfusi tukar sesuai panduan) berisiko menimbulkan kernicterus, yaitu kerusakan otak akibat bilirubin yang menembus melewati sa­ war darah­otak.

Bayi akan mengalami kejang dan berisiko terjadi palsi serebral (keterbelakangan mental dan umumnya terjadi gangguan motorik) dan gangguan penglihatan/pendengaran yang sulit dikembalikan fungsinya. 

[5] Menjemur bayi untuk menghilangkan kuning 

Menjemur bayi untuk menghilankan kuning tidak direkomendasikan karena kadar sinar ultraviolet yang tidak terukur secara pasti dan juga dapat berpotensi kulit bayi akan terbakar sinar matahari.

Gambar di bawah adalah grafik yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics. Jika bayi Anda atau bayi kenalan Anda didiagnosis oleh dokter mengalami kuning, diperiksakan bilirubinnya dan disarankan harus mendapatkan terapi sinar, pastikan telah memenuhi kriteria yang ada



Gambar di atas adalah panduan (guide) kapan sebaiknya seorang bayi dengan rentang usia kehamilan ≥ 35 minggu baiknya mendapatkan terapi sinar.

Perhatikan ada tiga garis yang dimuat dalam grafik.

* Garis paling atas (titik-­titik putus) digunakan pada bayi yang terlahir dengan risiko rendah (lower risk), yaitu usia kehamilan ≥ 38 minggu (cukup bulan) dan bayi terlahir dengan sehat. 

* Garis di tengah-­tengah berupa garis­-garis putus digunakan untuk: 
  • bayi dengan risiko sedang (medium risk), yaitu usia kehamilan ≥ 38 minggu dengan faktor risiko seperti asidosis, sepsis/ infeksi berat, atau kadar albumin <3 g/dL) atau 
  • bayi yang terlahir baik dengan usia kehamilan antara minggu ke-35 sanmpai 37

* Garis paling yang bawah yaitu garis lurus utuh dinyatakan untuk bayi yang terlahir dengan usia kehamilan antara minggu ke-35 hingga 37 sehingga akan memiliki faktor risiko yang relatif sama seperti telah disebutkan. Panduan ini mengkhususkan terapi sinar menggunakan fototerapi intensif dengan nilai bilirubin total dalam satuan mg/dL (milligram per desiliter). 

Jika RS tempat bayi Anda dilahirkan menggunakan peralatan fototerapi konvensional (untuk mengetahuinya tanyakan jenisnya pada dokter di RS tempat Anda periksa), maka angka yang ada dikurangi 2­­3 mg/dL Sebagai contoh, misalnya anak Anda saat ini berusia 3 hari (sekitar 72 jam) dan didiagnosa kuning oleh dokter sehingga disarankan dilakukan pemeriksaan kadar bilirubin totalnya dan disarankan untuk mendapatkan terapi sinar.

 

Berapakah sebenarnya kadar bilirubin total yang mengindikasikan bayi harus disinar ? 

Bayi Anda adalah bayi yang terlahir sehat, berusia kehamilan cukup hanya memiliki fototerapi konvensional, maka bayi Anda terindikasi  mendapatkan terapi sinar apabila nilai bilirubinnya 14­16 mg/ dL. 

Jelas kan? Jadi, bila nilai bilirubin total bayi Anda 12 mg/ dL dan dokter meminta bayi Anda disinar, Anda punya alasan untuk menolaknya. Silakan diskusikan dengan dokter Anda. Grafik di bawah menjelaskan nilai yang menunjukkan indikasi bayi harus mendapatkan transfusi tukar. Cara membacanya hampir sama dengan grafik yan sebelumnya. Anda juga bisa mencoba http://bilitool.org yang memudahkan Anda menentukan nilai ini. Silakan membukanya!


Sumber Referensi:

American Academy of Pediatrics Subkomite Hiperbilirubinemia. Pengelolaan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir bayi 35 minggu atau lebih ofgestation. Pediatrics 2004; 114; 297.
 
Maisels MJ, Bhutani VK, Bogen D, Newman TB, Stark AR, Watchko JF. Hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir bayi ≥ 35 weeks'gestation: update dengan klarifikasi. Pediatrics 2009; 124; 1193.
Read More
      edit

Sabtu, 10 Desember 2016

Published 05.25.00 by Admin

Mpasi - Kapan Sebaiknya Mpasi Diberikan, 6 ,7 atau 8 Bulan ?

Kapan Usia Dimulainya Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI)


Usia Dimulainya Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI)
Image courtesy of Serge Bertasius Photography at FreeDigitalPhotos.net

Usia optimal dimulainya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah saat bayi berusia 6 bulan. Sebelum tahun 2001, anjuran pemberian MPASI dapat dimulai saat bayi berusia 4 hingga 6 bulan. Seiring berkembangnya penelitian yang membuktikan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan memberikan banyak manfaat bagi bayi dan juga ibu,
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan waktu optimal pemberian MPASI adalah saat bayi berusia 6 bulan.

Kesalahan Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Terlalu Dini

Banyak ibu dan ayah (umumnya, bila bayi adalah anak pertama) sangat bersemangat untuk segera memberikan MPASI karena dalam diri mereka ada perasaan bangga dan bahagia telah membuat pencapaian besar. Hal ini dapat memicu orangtua memberikan MPASI terlalu dini.

Selain itu, banyak ibu yang khawatir bayinya kelaparan karena terus-menerus menyusu. Orangtua juga memberikan MPASI dini karena bayi sudah menunjukkan ketertarikan terhadap makanan. Bayi yang rewel juga sering dihubungkan dengan kebutuhan bayi untuk menerima MPASI.

Selain itu, perkembangan bayi berikut ini juga sering dijadikan alasan pemberian MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan.
  • Refleks bayi mendorong lidah saat mulut bayi disentuh berkurang sejak bayi berusia 4 bulan.
  • Bayi mulai menunjukkan kemampuan untuk duduk.
  • Bayi menunjukkan keinginan dan kemampuan meraih makanan serta memasukkan ke dalam mulutnya.
  • Bayi mulai tumbuh gigi.
  • Bayi mudah terganggu saat menyusu sehingga ketertarikan bayi untuk menyusu terlihat seperti berkurang.
Padahal, kesiapan bayi untuk menerima MPASI juga tergantung dari kematangan sistem pencernaan dan perkembangan bayi lainnya. Keluarga terdekat dan teman memiliki peran besar dalam menentukan waktu pemberian MPASI dan jenis makanan yang diberikan sebagai menu awal MPASI. Oleh karena itu, edukasi yang tepat kepada anggota keluarga lain dan lingkungan sangat penting, tidak hanya pada ibu dan ayah.

Berikut ini adalah bahaya atau kerugian memberikan MPASI terlalu dini


bahaya atau kerugian memberikan MPASI terlalu dini
Sumber : Key Message Booklet UNICEF 

[1] Bayi lebih rentan terkena berbagai penyakit.

[2] Saat bayi menerima asupan lain selain ASI, imunitas/kekebalan yang diterima bayi akan berkurang.

[3] Pemberian MPASI dini berisiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi bila MPASI tidak disiapkan secara higienis.

[4] Banyak penelitian menyatakan pemberian ASI eksklusif dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit, seperti penyakit infeksi telinga, penyakit saluran pencernaan, seperti diare dan pernapasan

[5] Berbagai reaksi muncul akibat sistem pencernaan bayi belum siap. 

Bila MPASI diberikan sebelum sistem pencernaan bayi sempurna untuk menerimanya, ada kemungkinan makanan tidak dapat dicerna dengan baik sehingga menimbulkan berbagai reaksi, seperti sembelit/konstipasi, diare, dan perut kembung atau ber-gas.

[6] Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. 

Berbagai enzim seperti amilase (enzim pencerna karbohidrat) yang diproduksi pankreas belum cukup tersedia ketika bayi belum berusia 6 bulan. Begitu pula dengan enzim pencernaan karbohidrat lainnya (seperti maltase dan sukrase) dan pencerna lemak (lipase dan bile salts ).

[7] Bayi berisiko ceenderung menderita alergi pada makanan. 

Pemberian ASI eksklusif lebih lama menurunkan angka terjadinya alergi makanan. Pada usia 4–6 bulan, kondisi usus bayi masih “terbuka”. Saat itu, antibodi (sIgA) dari ASI masih bekerja melapisi organ pencernaan bayi dan memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Produksi antibodi dari tubuh bayi sendiri dan penutupan usus terjadi saat bayi berusia 6 bulan.

[8] Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan. 

Pemberian MPASI dini sering dihubungkan dengan peningkatan berat badan dan kandungan lemak di tubuh anak pada masa datang. Produksi ASI dapat berkurang. Makin banyak makanan padat yang diterima bayi makin tinggi potensi bayi mengurangi permintaan menyusui. Bila ibu tidak mengimitasi frekuensi bayi menyusu dengan memerah, produksi ASI dapat menurun. Bayi yang mengonsumsi makanan padat pada usia yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.

[9]  Persentase keberhasilan pengatur jarak kehamilan alami menurun. 

Pemberian ASI eksklusif cenderung sangat efektif dan alami dalam mencegah kehamilan. Bila MPASI sudah diberikan, bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif sehingga persentase keberhasilan metode pengaturan kehamilan alami ini akan menurun.

[10] Bayi berisiko tidak mendapat nutrisi optimal seperti ASI. 

Umumnya bentuk MPASI dini yang diberikan berupa bubur encer/cair yang mudah ditelan bayi. MPASI seperti ini mengenyangkan bayi, tetapi nutrisinya tidak memadai.

[11] Bayi berisiko mengalami invaginasi usus/intususepsi. 

Invaginasi usus/intususepsi adalah keadaan suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius dan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, tetapi hipotesis yang paling kuat adalah karena pemberian MPASI yang terlalu cepat.

 

Kapan Mulai Memberikan MPASI bagi Bayi Preterm/Prematur ?

Kapan Mulai Memberikan MPASI bagi Bayi Preterm/Prematur
Image courtesy of Serge Bertasius Photography

Sementara bayi lahir cukup bulan dan sehat menerima MPASI pada usia 6 bulan, bayi-bayi yang dilahirkan preterm/prematur memiliki waktu mulai MPASI yang berbeda. Hal ini disebabkan perkembangan bayi-bayi preterm/prematur dinilai bukan berdasarkan usia kronologis ( Chronological age /CH) atau usia aktual sejak bayi dilahirkan, melainkan berdasarkan usia koreksi ( Corrected age /CA) dan hal ini perlu diketahui oleh ibu dan ayah.

Secara umum, bayi preterm/prematur mulai diberi MPASI saat usia koreksinya (bukan usia kronologisnya) mencapai 6 bulan. 

Untuk menghitung usia koreksi, gunakan rumus berikut.

Usia koreksi = usia kronologis – (40 – usia kehamilan saat dilahirkan)

  • Contoh: Bayi A dilahirkan prematur pada tanggal 19 Maret 2014. Usia kehamilan saat bayi dilahirkan adalah 30 minggu berdasarkan pemeriksaan USG. Pada tanggal 11 Juni 2014, usia kronologis bayi adalah 12 minggu.

Jadi, perhitungan usia koreksi adalah sebagai berikut.

  • Usia koreksi = usia kronologis–(40–usia kehamilan saat dilahirkan) = 12–(40–30)=2. 
Jadi, usia koreksi bayi adalah 2 minggu.
Tidak tepat jika ibu membandingkan perkembangan bayi preterm/prematur yang lahir pada usia kehamilan 30 minggu dengan bayi yang lahir cukup bulan, walaupun usia kronologis kedua bayi saat itu sama-sama berusia 6 bulan.

 

Tanda-Tanda Bayi Preterm/Prematur Siap Menerima MPASI

Dokter anak yang menangani bayi preterm/prematur perlu melakukan penilaian kesiapan bayi secara individual dalam menerima MPASI, bukan hanya berdasarkan usia koreksinya. Berikut ini beberapa tanda bayi preterm/prematur siap menerima MPASI.

#1 Bayi tidak memiliki masalah menyusu.

#2 Dapat duduk dengan dukungan minimal.

#3 Telah memiliki kontrol leher dan kepala yang baik.

#4 Menunjukkan ketertarikan pada makanan.

#5 Bayi dapat mengambil suatu benda dan memasukkannya ke dalam mulut.

#6 Membuat gerakan mengunyah.

#7 Berkurangnya refleks mendorong lidah.

#8 Dapat mengatur dan memberi tanda bila kenyang seperti menarik / menjauhkan kepala dari payudara ibu, menutup mulut ketika ditawarkan menyusu, atau mendorong keluar ASI / PASI (Pengganti ASI) yang telah masuk ke dalam mulut.

Semoga Bermanfaat...
Read More
      edit

Kamis, 08 Desember 2016

Published 23.57.00 by Admin

Manfaat ASI - Meningkatkan Kecerdasan, Mengurangi Risiko Asma, Apa Lagi ?

Manfaat ASI Eksklusif

Apa Saja Manfaat Besar Yang Terkandung Dalam ASI Eksklusif bagi Kesehatan Bayi 


Image courtesy of patrisyu at FreeDigitalPhotos.net

Manfaat ASI Eksklusif - Selain menghadirkan nutrisi terbaik yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang bayi, ASI ekslusif juga berperan penting dalam melindungi dan meningkatkan kesehatan bayi. UNICEF menyatakan bahwa ASI menyelamatkan jiwa bayi terutama di negara-negara berkembang. 

Keadaan ekonomi yang sulit, kondisi sanitasi yang buruk, serta air bersih yang sulit didapat menyebabkan pemberian susu formula menjadi penyumbang risiko terbesar terhadap kondisi malnutrisi dan munculnya berbagai penyakit (seperti diare) akibat penyiapan dan pemberian susu formula yang tidak higienis

Laporan WHO juga menyebutkan bahwa hampir 90% kematian balita terjadi di negara berkembang dan lebih dari 40% kematian tersebut disebabkan diare dan infeksi saluran pernapasan akut, yang dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif.

Berikut ini beberapa fakta manfaat mengenai peran ASI dalam meningkatkan kesehatan bayi.

  • Bayi yang diberi ASI, 17 kali lebih jarang menderita pneumonia/radang paru (Cesar 1999).
  • Bayi yang diberi ASI akan lebih terlindungi dari potensi terserang penyakit sepsis/infeksi dalam darah yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh hingga kematian (Ashraf 1991, Patel 2013).
  • Waktu menyusui yang lebih lama dapat melindungi bayi dan anak dari penyakit asma bahkan mengurangi risiko terjadinya serangan asma pada anak kecil.
  • Risiko menderita asma meningkat bila pemberian ASI eksklusif tidak diberikan sebelum 4 bulan (Kull 2004, Bener 2007). 
  • Menyusui dengan jangka waktu yang lebih panjang (lebih dari 6 bulan) dapat melindungi bayi dan anak dari penyakit rhinitis alergi (Ehlayel 2008). 
  • Risiko dirawatnya bayi yang disusui eksklusif selama 4 bulan karena penyakit saluran pernapasan, 3 kali lebih jarang daripada bayi yang diberikan susu formula (Bachrach 2003). 
  • Bayi yang diberi ASI eksklusif, akan 25X lebih jarang menderita diare fatal/menyebabkan kematian (Huffman 1990). 
  • Persentase bayi dirawat di rumah sakit karena diare dapat dicegah sebesar 53% setiap bulannya denganpemberian ASI eksklusif (Quigley 2007). 
  • Bayi yang selalu diberi ASI selama 6 bulan atau lebih akan lebih jarang menderita kanker (leukemia, limfoma maligna) (Martin 2005, Bener 2001). 
  • Pemberian ASI mengurangi risiko diabetes/kencing manis (Owen 2006). 
  • Bayi yang diberi ASI eksklusif lebih terlindungi dari penyakit infeksi telinga tengah (Sabirov 2009). 
  • Bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah atau dibawah rata-rata yang mendapatkan ASI secara eksklusif dapat terhindar dari risiko ROP/ Retinopathy of Prematurity (Manzoni 2013). 
  • Pemberian ASI secara eksklusif selama 3 hingga 5 bulan akan mengurangi risiko obesitas/kegemukan sebesar 35% pada masa datang (usia 5–6 tahun) (Carol 2003). 
  • Pemberian ASI mengurangi risiko bayi kekurangan gizi (Pediatrics 115, 2005). 
  • Pemberian ASI mengurangi risiko terserang penyakit jantung serta pembuluh darah (Owen 2002).
  • Bayi yang selalu diberi susu formula akan didapati konsentrasi kolesterol jahat (kolesterol LDL ) akan lebih tinggi serta kolesterol baik (koleserol HDL) yang lebih rendah. LDL yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko pemicu penyakit kardiovaskular (Owen 2002). 
  • Bayi prematur yang menerima ASI memiliki tekanan darah yang lebih rendah 13–16 tahun kemudian dibandingkan bayi yang terlahir secara prematur yang menerima susu formula (Singhal 2001). Memicu Penyakit NEC (infeksi dan peradangan yang dapat mengakibatkan kerusakan usus atau bagian dari usus) yang umum diderita bayi prematur dan sering menyebabkan kematian dapat dicegah dengan pemberian ASI (Gephart 2012). 
  • ASI akan melindungi bayi dari celiac disease/kelainan autoimun ketika penderita mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten, akan menyebabkan kerusakan usus halus (Ivarsson 2002, Akobeng 2006). 
  • ASI mengurangi risiko bayi terkena infeksi dari bubuk susu formula yang tercemar (misalnya terhindar dari bakteri E .Sakazakii) (Hunter 2008). 
  • Menyusui mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) sebesar 50% (Vennemann 2009). 
  • ASI mencegah kerusakan gigi, misalnya gigi keropos dan kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah (maloklusi) yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut/rahang (Agarwal 2012, Labbok 1987). 

Adapun Keunggulan ASI lainnya, antara lain: 


Image courtesy of Serge Bertasius Photography at FreeDigitalPhotos.net

ASI yang diberikan akan selalu dalam keadaan bersih dari payudara ibu. ASI yang dapat lansgung diberikan dengan kata lain tersedia kapan pun dan dengan suhu yang tepat. Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi. Dapat membantu perkembangan gigi dan rahang bayi karena bayi mengisap ASI dari payudara. Kontak kulit dengan kulit (skin to skin contact ) antara bayi dan ibu saat menyusui menciptakan kedekatan/ikatan, serta perkembangan psikomotorik dan sosial yang lebih baik. 

Manfaat menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan yang tidak eksklusif (parsial) diketahui pada 1984 dan terus dilakukan penelitian hingga tahun 2007 (Quigley 2007).

Penelitian yang dipublikasikan bulan April 2007 tersebut menyatakan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih dapat terhindar dari perawatan di rumah sakit akibat penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (disusui secara parsial/ mix feeding). 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan asupan ASI juga memiliki kemampuan kognitif serta kecerdasan yang secara umum akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan ASI. 

Beberapa penelitian tersebut, antara lain: 


Image by Serge Bertasius Photography

# AAP (American Academy of Pediatrics) dalam jurnalnya yang dipublikasikan tahun 1998 memaparkan hasil penelitian mengenai hubungan lama waktu menyusui dengan kemampuan kognitif. Data dikumpulkan sejak anak lahir hingga berusia 18 tahun dengan jumlah sampel lebih dari 1.000 anak. Kesimpulannya adalah menyusui berhubungan dengan peningkatan (walau kecil, dapat terdeteksi) kemampuan kognitif anak dan keberhasilan anak di bidang pendidikan. 

# Richards, et al (2002) di Inggris melakukan penelitian terhadap 1.736 anak. Hasilnya, anak yang diberi ASI menunjukkan pencapaian pendidikan yang lebih tinggi (hasil tidak bergantung pada latar belakang sosial ekonomi). 

# Mortensen EL, et al: JAMA (2002) menyatakan hasil penelitian terhadap 3.253 anak di Denmark: Nilai IQ anak yang disusui kurang dari 1 bulan 5 poin lebih rendah dari anak yang disusui selama 7–9 bulan. Terdapat korelasi antara lama pemberian ASI dengan tingkat IQ. 

# Belfort MB, et al: JAMA (2013) menyatakan hasil penelitian sejak tahun 1999 hingga 2002 dilanjutkan hingga anak berusia 7 tahun: Menyusui dengan jangka waktu yang lebih lama berhubungan dengan hasil tes intelegensia dan kemampuan bahasa yang lebih tinggi. 

Jadi, masihkah Bunda ragu dengan  manfaat ASI khususnya ASI eksklusif  ?


Read More
      edit

Jumat, 02 Desember 2016

Published 01.26.00 by Admin

Akibat Kurang Minum Air Putih : Kapan Saya Seharusnya Minum ?

Dampak Kekurangan Cairan Dalam Tubuh


Waspadai Kurang Minum Air Putih

Sudah Terpenuhikah Kebutuhan Cairan Harian Anda ? 


Image courtesy of alex_ugalek at FreeDigitalPhotos.net

Pernahkah Anda bertanya, sudah cukupkah konsumsi cairan hari ini ? 

Akibat Kurang Minum - Dalam 15 tahun terakhir, pemerintah sudah menjadikan air minum sebagai bagian kebutuhan yang penting dan tak terlupakan. Yaa... meskipun ada perkembangan pesat terkait kebijakan air minum, sebagian masyarakat masih mengonsumsi air dalam jumlah yang masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan.


Benarkah Sebagian Besar Masyarakat Indonesia Mengalami Dehidrasi ? 

Penelitian Efek dan Akibat Kurang Minum - Sebuah studi mengenai kebutuhan cairan mengungkapkan bahwa sebesar 46,1% subjek yang diteliti mengalami kurang air atau hipovolemia ringan. Bahkan, kejadian ini jauh lebih tinggi pada remaja (49,5%) dibandingkan dengan orang dewasa (42,5%). Ironisnya, hanya sekitar setengah dari subjek dewasa dan remaja yang mengetahui kebutuhan air minum sekitar 2 liter sehari

Konsumsi Cairan Merupakan Permasalahan Global 

* Budi Iman Santoso mengungkapkan bahwa masalah kurangnya konsumsi cairan bukan hanya masalah yang terjadi di Indonesia, tetapi juga masalah global. 

* Penelitian di Hongkong menunjukkan bahwa sebanyak 50% dewasa mengonsumsi air kurang dari 8 gelas sehari, bahkan 30% diantaranya mengonsumsi air rata-rata kurang dari 5 gelas tiap harinya. Mengkhawatirkan bukan? 

* Sementara penelitian lain yang dilakukan di Singapura menunjukkan bahwa kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) merupakan kelompok yang banyak kekurangan air. Alasan yang sering mereka ungkapkan adalah merasa tidak haus, lupa minum, merepotkan, dan tidak ingin sering ke kamar kecil. Apakah hal ini juga terjadi pada Anda ? 


Konsumsi air dalam jumlah yang cukup merupakan salah satu kunci utama kesehatan tubuh Anda.

 

Waspadai Bahaya Kekurangan Cairan !

Apa Bahaya Kurang Minum Air Putih - Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurangnya konsumsi air akan berdampak buruk pada kesehatan. Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi, yaitu sembelit, kram, penyakit batu ginjal, dan infeksi saluran kemih. Selain itu, setiap sel-sel tubuh kita membutuhkan air untuk mengedarkan makanan, membuang racun tubuh, melumaskan sendi, menjaga suhu tubuh, dan menjaga fungsi tubuh lainnya.

Jangan Andalkan Rasa Haus sebagai Tanda Anda Kekurangan Cairan

* Rasa haus merupakan tanda alami dari tubuh yang mengindikasikan bahwa tubuh memerlukan tambahan cairan. Rasa haus juga melibatkan beberapa respon dari tubuh, seperti mulut, hipotalamus, dan syaraf. Ketika asupan cairan tubuh tidak mencukupi, darah menjadi lebih pekat, mulut kering, dan hipotalamus akan memberikan signal untuk segera mencukupi kebutuhan cairan Anda (dengan minum).

*  Ketika asupan cairan sudah mencukupi, lambung akan mengembang dan melepaskan reseptor yang meminta Anda untuk berhenti minum. Signal yang sama akan dikirim ke jantung mengandalkan rasa haus untuk memberitahu kapan waktu Anda untuk minum. Pada saat Anda merasa haus, artinya Anda yang menandakan telah terjadi peningkatan volume darah (darah sudah tidak pekat lagi).

* Dehidrasi didefinisikan sebagai 1 asupan cairan Anda persen atau lebih hilangnya bobot sepanjang hari. badan sebagai akibat kehilangan cairan tubuh. Kita biasanya merasa haus ketika tingkat dehidrasi mencapai 0,8-2%.

Anda tidak bisa mengandalkan rasa haus untuk memberitahu kapan waktu Anda merasa haus artinya Anda sudah mengalami dehidrasi. Kuncinya adalah jaga selalu asupan cairan Anda sepanjang hari.

 

Seberapa Banyak Cairan ( Air Putih ) yang Harus Dikonsumsi ?

Keseimbangan Cairan

* Tubuh akan kehilangan air dalam bentuk urine. Air juga hilang dari paru-paru dalam bentuk uap pernapasan dan dari kulit dalam bentuk keringat, beberapa dapat terbuang bersama feses.

* Jumlah air yang hilang dalam tubuh Anda sangat bervariasi, tergantung pada kondisi lingkungan (kelembapan udara) dan kondisi fisik (aktivitas dan demam). Secara normal, Anda butuh 2-3 liter cairan sehari atau 8-12 gelas cairan sehari.



* dr. Grace Judio-Kahl menjelaskan bahwa kebutuhan cairan seseorang berkisar 2,5 liter. Jumlah tersebut untuk menggantikan air yang hilang, sebanyak 0,9 liter air dikeluarkan dengan penguapan lewat kulit melalui keringat, 1,5 liter melalui urine, dan 0,1 liter melalui feses.

* Sementara itu, Institute of Medicine (IOM) Menyampaikan kebutuhan cairan sangat bervariasi antar individu dan populasi. Asupan memadai yang ditetapkan sebesar 3,7 liter per hari untuk pria dan 2,7 liter per hari untuk wanita.

Mulai dari sekarang jangan remehkan bahaya kurang minum, selalu penuhi konsumsi cairan Anda tiap hari.

Read More
      edit

Kamis, 01 Desember 2016

Published 08.47.00 by Admin

Manfaat Air Putih : Nutrisi Penting Yang Sering Dilupakan

Manfaat Minum Air Putih

Minum Air Putih Bermanfaat Dalam Menjaga Kesehatan Tubuh
Image courtesy of Naypong at FreeDigitalPhotos.net

9 Manfaat Air Putih Yang Berkhasiat Menjaga Kesehatan Tubuh

Mungkin Anda sering mendengar anjuran untuk mengonsumsi air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari. Namun, pernahkah terpikir oleh Anda alasan dibalik anjuran tersebut?
* Sekitar 55-65% tubuh manusia terdiri dari air. Air berperan penting dalam pembentukan berbagai cairan tubuh, sepertidarah, cairan lambung, hormon, dan enzim. 

* Darah memiliki kandungan air 83-95% sedangkan otak manusia 74-90% komponen utamanya adalah air. Selain itu, otot manusia mengandung air sebanyak 75% dan sekitar 10% air juga ditemukan di dalam tulang. 

* Perjalanan siklus kehidupan manusia juga terbentuk dari air. Dimulai dari janin dalam rahim ibu yang 100% terdiri dari air, berkurang menjadi 75% saat bayi baru lahir dan semakin berkurang menjadi 60% saat dewasa dan 50% pada lansia.

Pentingnya Manfaat Air

Air memiliki banyak manfaat untuk tubuh untuk proses pencernaan, mengatur suhu tubuh, membilas racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh, dan melembapkan kulit. Selain itu, air juga memiliki manfaat untuk melumaskan sendi dan menjaga kesehatan organ tubuh lainnya.

Dehidrasi adalah suatu kondisi kekurangan tubuh. Haus, mulut cairan dan kulit kering, sulit berkonsentrasi, dan mudah mengantuk merupakan tanda bahwa tubuh Anda kekurangan cairan.

 

Air Pencegah Kehausan dan Dehidrasi 


Air Pencegah Kehausan dan Dehidrasi

* Kehilangan 1-2% cairan tubuh: haus, lelah, lemah, tidak nyaman, dan kehilangan nafsu makan. 

* Kehilangan 3-4% cairan tubuh: mulut menjadikering, kulit kering, penurunan jumlah urine, apatis, kehilangan konsentrasi, dan penurunan kemampuan fisik. 

* Kehilangan 5-6% cairan tubuh: sulit berkonsentrasi, sakit kepala, mudah mengantuk, kegagalan pengaturan suhu tubuh, dan peningkatan laju respirasi. 

* Kehilangan 7-10% cairan tubuh: kehilangan keseimbangan, kehilangan kesadaran, kolaps, dan kejang otot.

 

Air Panglima Pengontrol Bobot Badan 

* Air diketahui memiliki manfaat menekan nafsu makan dan mempercepat metabolisme tubuh, sehingga kalori yang dibakar pun semakin banyak. 

* Para peneliti Amerika mencoba membandingkan manfaat dari proses penurunan bobot badan di antara para pendiet yang minum air (200-400 ml sebelum makan) dengan mereka yang selalu teliti menjaga (atau menimbang) asupan kalori yang dikonsumsi. Dalam waktu kurang lebih dari 3 bulan, para peminum air tersebut kehilangan rata-rata 7 kg atau 2,2 kg lebih banyak daripada para ‘penimbang kalori’. 

* Dr. Brenda Davy dalam penelitian terbarunya menemukan bahwa pelaku diet yang merasakan manfaat minum air sebelum makan tiga kali per hari selama 12 minggu, bobot badannya turun sekitar 5 kilogram lebih banyak dibandingkan dengan pelaku diet yang tidak meningkatkan asupan air mereka. Kondisi tersebut disebabkan oleh rasa penuh di dalam perut. Rasa itu mensugestikan pikiran untuk tidak melanjutkan makan dengan porsi yang melimpah. 

* Para peminum air sebelum makan cenderung mengonsumsi makanan 75-90 kalori lebih sedikit di setiap kali makan dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi air sebelum makan. Jumlah total kalori yang dikurangi dalam sehari bisa mencapai 300 kalori.

Air Panglima Pengontrol Bobot Badan  

 

Air Berperan Sebagai Detoksifikasi Tubuh 

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran zat yang bersifat toksin (racun) dari dalam tubuh. Zat beracun dalam tubuh dapat berupa tumpukan racun sisa metabolisme tubuh maupun radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Salah satu cara termudah untuk melakukan proses detoksifikasi adalah melalui air minum. 

 

Air Peningkat Stamina Tubuh 

Khasiat / manfaat air tak hanya untuk membersihkan tubuh, tetapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuh. Air merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang saat beraktivitas sehingga tubuh menjadi segar dan bugar kembali.

 

Air Menjaga Kesehatan Kulit Anda 

Selain untuk memenuhi kebutuhan cairan, salah satu manfaat / khasiat minum adalah untuk mempercantik diri. Beberapa tip kecantikan menyebutkan bahwa kecantikan kulit tergantung dari kelembapan kulit. Sementara kelembapan kulit tergantung dari cukup atau tidaknya asupan air dalam tubuh Anda. Kulit yang kekurangan air akan terlihat kusam, bersisik, keriput, dan tidak menarik.

 

Air Penjaga Kesehatan Saluran Cerna 

* Asupan cairan yang cukup akan membuat makanan yang melewati saluran cerna dapat mengalir lancar, meningkatkan volume feses, dan meningkatkan efektivitas asupan serat. Hal ini tentu berkhasiat / memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi pada saluran cerna. 


Air Penjaga Kesehatan Saluran Cerna

* Kombinasi 25 gram serat dengan 1,5 hingga 2,0 liter air lebih efektif menanggulangi konstipasi dibandingkan dengan hanya pemberian serat saja. Pasalnya, manfaat dari konsumsi air dan serat dalam jumlah yang cukup dapat memperbaiki frekuensi dan konsistensi feses.

 manfaat air putih

 

Air Lumpuhkan Batu Ginjal dan Batu Saluran Kemih 

* Peningkatan konsumsi air akan meningkatkan volume urine. Asupan cairan yang cukup akan menjaga konsistensi air seni sehingga air seni tidak terlalu pekat dan akan mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan batu ginjal. 

* Studi yang dilakukan oleh Ke Z dan Wei Q pada tahun 2009 menyebutkan bahwa peningkatan jumlah asupan cairan dapat menurunkan kekambuhan terbentuknya batu saluran kemih. 

* Dua studi terbaru dari Danone juga menunjukkan bahwa peningkatan asupan air pada orang dengan riwayat batu ginjal memiliki manfaat dalam penurunan yang signifikan dari risiko kekambuhan penyakit batu ginjal.

 

Air Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

* Tubuh memiliki respon yang baik dalam pengaturan suhu dan manfaat air mempunyai peran penting di dalamnya. Air memiliki manfaat dalam distribusi dan pengaturan suhu tubuh karena kemampuannya untuk menyalurkan panas. 

* Bila panas yang dihasilkan melebihi kebutuhan tubuh, bahkan menimbulkan demam, tubuh akan menstimulasi untuk segera menurunkan suhu tubuh. Pembuluh darah di kulit akan melebar dan kelenjar keringat akan menghasilkan keringat lebih banyak sehingga suhu tubuh menurun. Begitu pula jika Anda berada di tempat yang dingin, pembuluh darah di kulit akan menyempit dan kelenjar keringat akan menghasilkan keringat lebih sedikit sehingga suhu tubuh akan meningkat. 

 

Air Pencegah Terjadinya Kanker

Kanker Saluran Cerna 

* Shannon dalam ulasannya menyatakan risiko kejadian kanker kolon berkurang sebanyak 45% pada wanita dan 32% pada pria yang mengonsumsi 4 hingga 5 gelas air sehari dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi dua atau kurang dari dua gelas sehari. 

* Sementara studi yang dilakukan oleh Tang menyatakan bahwa asupan cairan yang cukup berhubungan dengan penurunan risiko kanker rectum sebanyak 92% pada pria. 

* Selain itu, studi Slattery menyatakan asupan cairan yang cukup berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolorektal sebanyak 42%. Hal ini disebabkan status hidrasi yang baik akan melindungi usus dalam mengeliminasi komponen racun dan mempercepat pembentukan feses (tinja) sehingga mempersingkat kontak bahan-bahan berbahaya dengan usus. 

 konsumsi air putih untuk kesehatan

Kanker Saluran Kemih 

* Ulasan oleh Bitterman yang disajikan dalam Urologic Clinic of North America (1991) menyatakan orang dengan asupan cairan yang rendah (kurang dari 2,4 liter per hari) lebih berisiko mengalami kanker saluran kemih (kanker prostat, kanker kandung kemih, kanker ginjal, dan kanker testis) dibandingkan dengan orang yang asupan cairannya cukup. 

* Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Michaud menyatakan bahwa manfaat yang terkandung setiap penambahan 240 ml air perhari akan menurunkan risiko kankerkandung kemih sebanyak 11%. Pasalnya, tingkat hidrasi yang cukup akan menurunkan kontak antara zat karsinogenik dan kandung kemih dengan cara mengencerkan urine dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

[Baca Juga : Sudah Terpenuhikah Kebutuhan Cairan Harian Anda ? ]


Manfaat Air Putih Untuk kesehatan
Read More
      edit
Published 05.35.00 by Admin

Penyebab Kolesterol : Ini 3 Alasan Utama Anda Terserang Kolesterol

Penyebab Timbulnya Kolesterol


Mengapa Kolesterol Bisa Muncul ?

Mengapa Kolesterol Bisa Muncul ?
Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net

Kata "kolesterol" mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Penyakit ini memang dianggap sebagai salah satu penyebab berbagai penyakit mematikan seperti jantung koroner dan stroke.

Sayangnya, tidak banyak masyarakat awam yang mengetahui secara tepat tentang menangani penyebab kolesterol. Kolesterol merupakan salah satu elemen lemak yang terdapat dalam tubuh manusia. Pada kadar normal tidak akan berbahaya bahkan sebaliknya memiliki banyak fungsi yang baik untuk tubuh. 

Sayangnya, masih banyak ditemukan orang yang mengalami kondisi hiperkolesterol (meningkatnya kadar kolesterol dalam darah). Akibat dari timbulnya berbagai permasalahan hingga komplikasi. Seperti penyakit jantung koroner, hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal ginjal, dan diabetes  adalah beberapa contoh penyakit akibat hiperkolesterol.

Pada tahun 1948, Framingham Heart Study, adanya penelitian yang ditangani oleh National Heart Institute (sekarang dikenal dengan National Heart, lung, and Blood Institute) yang membahas beberapa panyebab penyakit jantung. Riset mereka memberitahukan kepada kita bahwa adanya kenaikan kolesterol adalah pengaruh yang kuat untuk bartambah banyaknya penyakit jantung (angina, serangan jantung, pembedahan by pass atau angiopasty).

Mengingat besarnya bahaya dari kolesterol maka perlu diketahui penyebab kolesterol itu sendiri.

 

3 Penyebab Utama Kolesterol

 

#1. Faktor Genetik

Penyebab kolesterol yang pertama adalah genetik. Hampir 80% kolesterol didalam darah diproduksi oleh tubuh.Faktor genetik menyebabkan produksi kolesterol setiap orang berbeda. Karenanya, sebagian orang mengalami hiperkolesterol walaupun hanya mengonsumsi jenis makanan dengan tingkat kandungan kolesterol tinggi yang relatif sedikit. 

Pada orang yang memiliki kecenderungan seperti ini sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat. Diharapkan makanan berserat ini mampu melarutkan kolesterol dalam tubuh.

 

#2. Asupan Makanan Yang Tidak Terkontrol

Penyebab kolesterol yang kedua adalah asupan makanan yang tidak terkontrol. Makan Terlalu banyak dan sering mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi merupakan salah satu penyebab utama hiperkolesterol. 

Selain lemak, kelebihan asupan karbohidrat juga dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Karenanya, mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi seperti nasi, kue, snack, mi, dan roti juga harus dibatasi.

 

Lemak, Ditakuti Tetapi Dibutuhkan 

Lemak merupakan senyawa yang penting bagi tubuh, selain (karbohidrat), protein, vitamin, mineral, dan air. Selain sebagai sumber energi, fungsi lainnya adalah sumber asam lemak esensial, pencita rasa (flavour) pada makanan, pelarut vitamin yang larut lemak seperti vitamin A,D,E, dan K, serta bantalan organ-organ tubuh. 

Senyawa ini juga dibutuhkan dalam proses pembentukan dan penyimpanan hormon seperti hormon esterogen.

Terdapat tiga jenis lemak pada makanan, yaitu
  1. Lemak jenuh berasal dari makanan seperti daging, minyak kelapa, jeroan, dan otak sapi. Lemak ini berbahaya karena banyak mengandung kolesterol.
  2. Lemak tak jenuh tunggal berasal dari makanan laut seperti udang dan kepiting. Dapat dikonsumsi tetapi dalam jumlah terbatas. Sedangkan 
  3. lemak tak jenuh ganda terdiri atas asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, dan asam lemak omega 9. Asam lemak omega 3 berasal dari ikan laut dalam seperti tuna dan tenggiri. 
Omega 3 dapat mencegah kematian mendadak akibat serangan jantung. Selain itu, dapat menurunkan kadar LDL kolesterol dan meningkatkan kadar HDL kolesterol, serta menurunkan risiko terjadinya bekuan atau gumpalan dalam pembuluh darah. Asam lemak omega 6 berasal dari sayuran.

Fungsinya antara lain mencegah penyakit jantung koroner. Sedangkan asam lemak omega 9 (dikenal sebagai minyak zaitun) dapat meningkatkan kadar HDL kolesterol.

makanan penyebab kolesterol

Asupan lemak harus diperhatikan. Kekurangan asupan lemak maka dapat menyebabkan berkurangnya tenaga. Sementara, kelebihan asupannya dapat menyebakan rusaknya aliran pembuluh darah. Pastikan komposisi atau takaran makanan Anda sehat dengan kata lain kandungan gizi seimbang, untuk menghindari kelebihan lemak adalah denga proporsi 10-15% protein, 20-25% lemak, dan 50-60% karbohidrat.

Berikut ini daftar bahan makanan yang mengandung lemak tinggi.

daftar bahan makanan yang mengandung lemak tinggi.

 

#3. Jenis Kelamin

Jenis Kelamin
Image courtesy of atibodyphoto at FreeDigitalPhotos.net

Penyebab kolesterol terakhir yaitu jenis kelamin. Fakta menarik ditemukan pada Profil Kesehatan Republik Indonesia 2005 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesahatan R.I. 

Angka harapan hidup wanita ternyata lebih tinggi daripada harapan hidup kaum pria. Angka statistik harapan hidup menunjukan rata-rata umur wanita empat tahun lebih lama dibanding pria.

Mengapa demikian ? Pria ternyata mengalami penurunan

Kemampuan memompa jantung hingga seperempat sejak usia 18-70 tahun, sedangkan wanita hanya terjadi sedikit perubahan pada jantungnya sejak usia 20-70 tahun. Perbedaan ini diduga menyebabkan wanita hidup rata-rata 4-5 tahun lebih lama dibandingkan pria. Pembuluh darah arteri besar yang kaya oksigen akan menjadi kaku dan kurang elastis sejalan dengan penambahan usia, sehingga meningkatkan tekanan darah saat istirahat dan atau selama berolahraga.

Aliran darah pada otot dan kulit juga mengalami penurunan. Kondisi ini ditemukan lebih dini pada pria, sedangkan pada wanita terjadi setelah masa menapouse. Namun, dengan menjalankan program diet rendah kolesterol serta diimbangi dengan pola latihan olahraga yang dilakukan secara teratur akan dapat menghindarkan pria dari risiko ini.

Sebaliknya, apabila wanita memiliki jantung yang lebih kuat, bukan tidak mungkin juga akan berisiko terkena penyakit jantung koroner. Menurut data statistik yang dikeluarkan British Heart Foundation, satu dari enam kematian pada wanita disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pencetusnya, gaya hidup yang tidak sehat.

Read More
      edit

Minggu, 27 November 2016

Published 16.43.00 by Admin

Hipertensi : Penyebab, Gejala dan Tanda, Pencegahan, Pengobatan.

Penyakit Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi

Penyebab Hipertensi

Penyebab Hipertensi
Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net

Peningkatan kejadian hipertensi akan bertambah seiring dengan pertambahan usia seseorang. Meskipun demikian, terjadinya hipertensi bisa disebabkan oleh adanya penyakit, seperti penyakit ginjal kronis, penyakit tiroid, obesitas, atau gangguan tidur (sleep apnea). Beberapa jenis obat juga memicu terjadinya hipertensi.

Konsumsi pil pengontrol kelahiran, kehamilan, dan terapi hormon merupakan beberapa penyebab terjadinya hipertensi. Wanita yang mengonsumsi pil pengontrol kelahiran biasanya akan mengalami peningkatan tekanan darah sistolik ataupun diastolik.

Sementara itu, terapihormon untuk mengurangi gejala menopause bisa menyebabkan sedikit peningkatan tekanan darah sistolik. Oleh karena itu, maka konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter mengenai jenis obat atau terapi yang akan Anda lakukan jika telah mengalami hipertensi.

 

Gejala dan Tanda Hipertensi

Gejala dan Tanda Hipertensi  
Image courtesy of David Castillo Dominici at FreeDigitalPhotos.net

Kejadian hipertensi biasanya tidak memilikitanda dan gejala. Gejala yang sering muncul adalah sakit kepala, rasa panas di tengkuk, atau kepala berat. Namun, gejala tersebut tidak bisa dijadikan patokan ada-tidaknya hipertensi pada diri seseorang. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pengecekan tekanan darah.

Seorang pasien biasanya tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hipertensi hingga ditemukan kerusakan dalam organ, seperti terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, atau gagal ginjal. Karena itu, mengetahui nilai tekanan darah sendiri secara teratur sangat penting meski Anda selalu merasa dalam kondisi sehat.

Ada baiknya Anda menyediakan tensimeter di rumah untuk mengontrol nilai tekanan darah secara teratur.

Bahaya Hipertensi

Bahaya Hipertensi
Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net

Tekanan darah yang tinggi sangat berbahaya karena dapat memperberat kerja organ jantung. Selain itu, aliran tekanan darah tinggi membahayakan arteri, organ jantung, ginjal, dan mata. Penyakit hipertensi sering disebut “silent killer” karena tidak memberikan gejala yang khas, tetapi bisa meningkatkan kejadian stroke, serangan jantung, penyakit ginjal kronik bahkan kebutaan jika tidak dikontrol dan dikendalikan dengan baik.

Apabila tekanan darah Anda selalu tinggi maka dapat menimbulkan kerusakan beberapa organ tubuh. Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan beberapa kejadian sebagai berikut

  • Kerusakan jantung, yaitu jantung tidak dapat memompa darah dalam jumlah cukup ke dalam tubuh.
  • Terbentuknya benjolan abnormal pada dinding arteri yang membawa darah dari jantung ke organ tubuh sehingga aliran darah menjadi tidak lancar. 
  • Pembuluh darah di ginjal menyempit sehingga mengakibatkan kerusakan ginjal. 
  • Penyempitan pembuluh arteri di beberapa bagian tubuh sehingga mengurangi aliran darah ke jantung, otak, ginjal, dan lutut. 
  • Pecahnya pembuluh darah di mata.

 

Cara Merawat Hipertensi

Cara Merawat Hipertensi
Image courtesy of AKARAKINGDOMS at FreeDigitalPhotos.net

Banyak masyarakat yang tidak langsung mengalami hipertensi, tetapi mengalami prehipertensi terlebih dahulu. Perlu diketahui, seorang penderita prehipertensi memiliki

kemungkinan besar untuk mengalami hipertensi dikemudian hari. Saat Anda masih mengalami prehipertensi sebaiknya segera menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya hipertensi. Penderita hipertensi membutuhkan proses perawatan yang lama untuk menjaga agar kestabilan tekanan darahnya tetap dalam kondisi normal.

Tindakan Pencegahan Hipertensi

Tindakan Pencegahan Hipertensi
Image courtesy of Stuart Miles at FreeDigitalPhotos.net

Memang benar bahwa hipertensi dapat dicegah. Seseorang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi dapat melakukan perilaku hidup sehat untuk menjaga nilai tekanan darahnya tetap dalam kondisi normal.

Beberapa perilaku hidup sehat yang bisa dilakukan antara lain menerapkan diet DASH untuk mewujudkan perilaku makan sehat, aktif beraktivitas fisik, mempertahankan bobot badan normal, berhenti merokok, dan manajemen stres. Kejadian berulang hipertensi dapat dicegah dan ditunda dengan tetap melakukan perilaku hidup sehat meski tekanan darah dalam kondisi normal.

Pengobatan Hipertensi

Pengobatan Hipertensi
Image courtesy of imagerymajestic at FreeDigitalPhotos.net

Hipertensi dapat dikontrol hingga mencapai nilai normal dan stabil. Sebagian besar penderita hipertensi membutuhkan proses pengobatan dalam jangka waktu lama.

Tatalaksana pengobatan hipertensi yang baik dapat secara efektif membantu proses pencegahan atau penundaan terjadinya masalah kesehatan akibat hipertensi.

Prinsip penatalaksanaan pengobatan hipertensi adalah menjadikan tekanan darah seseorang mencapai nilai kurang dari 140/90 mmHg atau nilai kurang dari 130/80 mmHg bagi pasien diabetes atau penyakit ginjal kronis.

Perlakuan pertama yang dilakukan adalah memodifikasi gaya hidup seseorang (lifestyle) menjadi gaya hidup sehat, seperti

 

Kenali Obat Antihipertensi Anda


Image courtesy of nuchylee at FreeDigitalPhotos.net

Sekarang banyak jenis obat antihipertensi yang membantu penderita hipertensi untuk mengendalikan tekanan darahnya dalam keadaan normal.

Ada beberapa jenisobatantihipertensi yang beredar di pasaran dengan mekanisme yang berlainan dalam menurunkan tekanan darah.

- Diuretik

Obat antihipertensi jenis ini menurunkan tekanan darah dengan mengeluarkan kelebihan air dan garam dari dalam tubuh melalui ginjal.

- Beta Blockers

Obat ini membantu organ jantung memperlambat detaknya sehingga darah yang dipompa jantung lebih sedikit dibandingkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.
ACE Inhibitor

Obat jenis ini mencegah tubuh membentuk hormon angiostensin II yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Alhasil, tekanan darah akan segera turun.

- Angiostensin II Reseptor Blockers

Obat jenis ini memberikan perlindungan terhadap pembuluh darah dari hormon angiostensin II dan mengakibatkan pembuluh darah rileks serta melebar. Akhirnya, tekanan darah bisa turun.

- Kalsium Channel Blocker

Obat jenis ini bertugas untuk mengatur kalsium agar masuk ke dalam sel otot jantung dan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi rileks dan tekanan darah turun.

- Alpha Blocker

Obat antihipertensi ini bertugas mengurangi impuls saraf yang mengakibatkan pembuluh darah mengencang sehingga aliran darah lancar dan tekanan darah turun.

- Inhibitor Sistem Saraf

Obat jenis ini bertugas meningkatkan impuls saraf dari otak untuk bersantai dan memperlebar pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat turun.

- Vasodilatator

Obat anti hipertensi jenis ini berfungsi untuk mengendurkan otot-otot dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.

Read More
      edit